Farmasi

farmasi

Departemen Farmasi mengelola lima program studi, yaitu program sarjana reguler, sarjana non-reguler, sarjana ekstensi, profesi apoteker dan pascasarjana. Program pascasarjana menyiapkan lulusan di bidang teknologi farmasi, kimia farmasi/kimia medisinal, biologi farmasi, farmasi klinik dan farmasi sosial.

Untuk menjadi apoteker, seorang sarjana harus melanjutkan pendidikan profesi selama 1 tahun. Mahasiswa program pendidikan profesi harus mengikuti praktek kerja profesi apoteker di rumah sakit, farmasi komunitas, industri farmasi dan industri obat tradisional.

Lulusan dari tiap program studi dipersiapkan untuk menjadi seorang ahli di berbagai bidang lapangan kerja, seperti: rumah sakit, farmasi komunitas, puskesmas, industri farmasi, industri obat tradisional dan lembaga pemerintaha dalam bidang kesehatan. Hal ini dapat tercapai dengan tersedianya sarana perpustakaan e-library dan 18 Laboratorium di Departemen Farmasi.