Kuliah Umum bulan Juni 2012 (29/6) kali ini dibawakan oleh Director Division of Human Health, International Atomic Energy Agency (IAEA), Prof. Rethy Chhem, M.D., Ph.D. (edu), Ph.D (his).Bertempat di Aula Gedung Serbaguna BSM FMIPA-UI, turut hadir dalam Kuliah Umum ini antara lain staf pengajar dan Ketua Departemen di lingkungan FMIPA UI. Acara Kuliah umum ini dibuka dengan sambutan oleh Sekretaris Fakultas, Dr.rer.nat. Abdul Haris dan bertindak sebagai moderator dalam acara ini adalah Prof. Dr. Terry Mart.
Dalam makalahnya yang berjudul “What kind of University for the 21st Century“, Prof. Rethy membagi sejarah akademik universitas di dunia ke dalam 3 kategori, yaitu : German Model, British Model dan French Model. Untuk German Model, pelopornya adalah William van Humbolt (1767-1835) dengan prinsip model pendidikannya “Freedom is but the possibility of a various and indefinite activity”, model ini menjadikan suatu universitas menjadi suatu institusi pendidikan dan riset. Untuk British Model, pelopornya adalah John HenryNewman (1801-1890) dengan prinsip model pendidikannya “Discoveries verified and perfected”, sedangkan untuk French Model, pelopornya adalah Napoleon (Loi 10 Mei 1806) dengan prinsip model pendidikannya Napoleonic “Universite Imperiale” obedience and authority.
Untuk model Universitas di abad 21 memiliki trends antara lain, bahwa beberapa universitas besar di dunia telah berusaha untuk mencari beberapa alternatif untuk menunjang penelitian-penelitian mereka di bidang akademik maupun industri, dengan masuknya era globalisasi menjadikan lulusan universitas tidak hanya harus berkompetisi di tingkat dunia tetapi juga harus memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian untuk menunjang karir mereka, beberapa universitas kelas dunia juga bertindak sebagai inkubator bagi beberapa aktivitas bisnis dan komersial, beberapa disiplin ilmu pengetahuan juga menciptakan beberapa model baru dalam riset dan pengembangan di sektor industri.
Seiring dengan teknologi yang berkembang, juga menciptakan dampak lain terhadap dunia pendidikan, dimana pada abad 21 ini, para mahasiswa dapat belajar tidak hanya dengan cara konvensional, di dalam kelas, tapi sekarang para mahasiswa juga dapat mengakses materi-materi perkuliahan dengan cara online education, yaitu e-learning dan m-learning. Pendidikan dan ilmu pengetahuan juga terus berkembang sehingga untuk dapat menciptakan lulusan-lulusan terbaik antara lain adalah dengan merekrut pengajar yang berkualitas sesuai dengan prinsip “experts make the best leaders”.
(indriyani)






