Jadi Bagian CMSD, FMIPA UI Dorong Kapabilitas Riset dan Pendidikan Sains Material di Indonesia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) beserta delapan fakultas sains dari universitas terkemuka lainnya, empat himpunan keilmuan, dan tiga organisasi riset BRIN, mendirikan Konsorsium Pengembangan Sains Material (Consortium on Material Science Development/CMSD) yang bertujuan untuk menyelaraskan program penelitian dan kolaborasi. Penyelarasan strategis ini dirancang guna menciptakan sinergi yang kuat, menguatkan kapabilitas dan dampak secara kolektif dalam lingkup Sains Material.

CMSD sendiri merupakan sebuah inisiatif kerja sama yang dibentuk sebagai upaya dalam memajukan penelitian, aplikasi, dan pendidikan dalam bidang Sains Material di Indonesia. CMSD menggabungkan keahlian dari berbagai lembaga penelitian, universitas, dan industri untuk menciptakan inovasi dan solusi berkelanjutan.

CMSD dibentuk sebagai respons terhadap kekayaan sumber daya mineral di Indonesia yang sangat beragam. Seiring dengan diterbitkannya Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 296.K/MB.01/MEM.B/2023 yang menetapkan Jenis Komoditas Yang Masuk dalam Klasifikasi Mineral Kritis, kesadaran akan pentingnya mineral kritis semakin meningkat.

Adapun konsorsium ini berfokus pada program pendidikan kolaboratif, termasuk lokakarya, dan inisiatif pertukaran informasi, serta bermitra dengan industri lokal untuk transfer teknologi dan pengembangan solusi material inovatif.

Peluncuran CMSD resmi dilakukan secara daring pada hari Sabtu (30/12/2023). Dalam peluncuran ini, dibentuk satuan koordinasi konsorsium, yang anggotanya ditunjuk oleh masing-masing lembaga. Satuan tersebut bertanggung jawab untuk mengeksekusi kebijakan yang ditetapkan oleh Presidium Konsorsium.

Dalam waktu dekat, satuan koordinasi konsorsium akan melaporkan pengembangan standar, panduan, SOP, dan dokumen pendukung lainnya, kepada Presidium Konsorsium, untuk ditetapkan sebagai perangkat pengelolaan konsorsium.

Sebagai salah stau pendiri CMSD, Dekan FMIPA UI Prof. Dede Djuhana, Ph.D. menyampaikan bahwa FMIPA UI bersama lembaga lainnya dalam konsorsium, berkomitmen mengatasi tantangan global, sekaligus memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan kapasitas ilmiah dan teknologi Indonesia di kancah internasional.

“Dengan melibatkan berbagai pihak terkait, kami optimis kolaborasi ini akan melahirkan inovasi yang mampu menjadi Solusi dalam memajukan langkah-langkah pengembangan, pengolahan, dan pemanfaatan mineral kritis dan sumber daya alam Indonesia secara umum,” kata Prof. Dede.

Saat ini, lanjut Prof. Dede, FMIPA UI merupakan satu-satunya fakultas sains di Indonesia yang menyelenggarakan program S2, dan S3 bidang Ilmu Material. Sehingga diharapkan dapat melahirkan lulusan yang unggul dalam bidang ilmu material, terutama dalam mendorong pemanfaatan mineral kritis dan sumber daya alam.

Langkah perdana Presidium CMSD dalam advokasi kebijakan terwujud dalam surat usulan kepada pemangku kepentingan, seperti kementerian, industri, dan lembaga pendanaan. Surat ini menekankan perlunya program hibah terbuka yang berfokus untuk memajukan penelitian dan pengembangan dalam meningkatkan nilai sumber daya mineral kritis Indonesia dan sektor sumber daya alam secara lebih luas.

Hibah yang diusulkan bersifat terbuka tidak hanya untuk anggota konsorsium tetapi juga untuk universitas dan lembaga lain di seluruh Indonesia. Hibah ini dimaksudkan untuk mendorong inovasi dan pengembangan yang lebih luas di bidang tersebut.

Komitmen CMSD terhadap inovasi dan keunggulan pendidikan terlihat dalam sepuluh area kunci. Termasuk di dalamnya pendirian laboratorium mutakhir untuk penelitian di bidang nanoteknologi, biomaterial, dan material berkelanjutan, serta inisiatif untuk mengurangi emisi menggunakan sumber daya alam Indonesia.

Kunci dari inisiatif yang berkesinambungan adalah dengan melibatkan penelitian ramah lingkungan dan mengedepankan penggunaan bio-based materials. CMSD dalam hal ini menekankan pentingnya kolaborasi internasional, keterlibatan komunitas, dan advokasi kebijakan untuk memajukan kemitraan global dan meningkatkan pemahaman publik tentang Sains Material.